Komisi I DPRD Bandar Lampung Bersama Forum Pokmas Datangi Kementerian ATR/BPN

Jakarta – Komisi I DPRD Bandar Lampung beserta perwakilan kelompok kerja (pokmas) Bandar Lampung mendatangi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Jakarta dalam rangka menindaklanjuti program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Bandar lampung yang sampai saat ini tidak kunjung selesai.

Ketua Komisi I DPRD Bandar Lampung Sidik Efendi menuturkan, berdasarkan data dari pokmas, progam PTSL dari tahun 2017-2021 yang masih belum terselesaikan sebanyak 1426 bidang tanah, yang sampai sekarang belum terbit sertifikatnya.

“Permasalahan ini sudah lama diadukan oleh pokmas ke komisi 1, kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama BPN dan stakeholder terkait. Dari hasil RDP tersebut, BPN berjanji akan menyelesaikan sertifikat sampai Desember tahun 2022 sebanyak 500 sertifikat, tapi sampai hari ini tidak ada yang diselesaikan, cuma janji-janji saja. Makanya saya bersama teman-teman Komisi I dan perwakilan Pokmas mengadukan permasalahan tersebut ke Kementerian ATR/BPN,” tutur Sidik, Rabu (8/2).

Politikus PKS ini melanjutkan, bahwa Komisi I DPRD Bandar Lampung sangat mengharapkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian ATR/BPN untuk memberikan perhatian serius terkait PTSL di Bandar Lampung.

“Kementerian ATR/BPN harus menegur BPN Kota Bandar Lampung, dan segera menyelesaikan program PTSL yang sudah lama menggantung. Kami jangan diberi janji-janji terus tapi tidak pernah selesai ini urusan. Kasihan teman-teman Pokmas ini yang setiap hari dikejar warganya menanyakan kejelasan sertifikat yang mereka ajukan,” kata Sidik.

Rombongan Komisi I dan perwakilan Pokmas diterima oleh Vivi, Sekretaris Dirjen Dirjen PHPT, Fajar Kasubid Pengembangan Sistem Pelayanan Pertanahan dan Imansyah Lubis, Kabag umum.

Koordinator Pokmas Bandar Lampung, Edyanto, meminta agar peramasalahan tersebut bisa segera diselesaikan.

Sementara tanggapan dari Sekretaris Dirjen PHPT berjanji akan segera mengklarifikasi permasalahan ini kepada Kepala Kantor BPN kota Bandar Lampung.

“Kami akan segera mengklarifikasi masalah ini dan akan kami akan turun langsung ke BPN Kota Bandar Lampung. Sehingga bisa dilihat akar masalah yang sesungguhnya dan bisa segera memberikan solusi kepada masyarakat yang mengurus sertifikat tanahnya melalui program PTSL,” ujar Vivi.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *